MELODI LITERASI DI GERBANG SMANTIBA : KALA NADA BERCERITA DAN BUDAYA MENYAPA
Pangkalan Panji, Jumat 30 Januari 2026 langit di atas SMAN 3 Banyuasin III tampak lebih cerah dari biasanya. Ada semilir angin yang membawa pesan bahwa hari ini bukan sekadar hari belajar biasa. Sekolah ini baru saja membuka pintunya bagi seorang maestro, seorang penjaga nyawa budaya Sumatera Selatan Prof. Washington Aritonang. Sosok di balik lagu legendaris "Palembang Darussalam" itu hadir bukan hanya sebagai tamu, melainkan sebagai jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.
Lebih dari Sekadar Membaca dan Menulis, selama ini kita sering terjebak dalam sekat sempit bahwa literasi hanyalah tentang tumpukan buku dan goresan pena di atas kertas. Namun, kehadiran Prof. Washington mematahkan anggapan itu. Beliau membawa pesan syahdu bernyanyi adalah literasi yang bernyawa.
Setiap bait lagu yang dinyanyikan adalah sebuah teks sejarah, setiap nada yang dipetik adalah sebuah emosi yang terarsip. Beliau mengingatkan bahwa mengenal sebuah lagu tanpa mengetahui sang pencipta adalah seperti membaca surat tanpa nama pengirim kehilangan separuh maknanya.
Momen Langka yang Menghangatkan Jiwa
Suasana sekolah yang biasanya kaku dengan rutinitas, seketika berubah menjadi panggung kehangatan. Tidak ada sekat antara guru, murid, dan sang budayawan.
Gema Suara Bersama Lantunan lagu mengangkasa di lapangan sekolah, menyatukan ratusan suara dalam harmoni yang menggetarkan hati. Senyum sumringah para murid saat berfoto bersama sang maestro menjadi bukti bahwa inspirasi telah tertanam di hati mereka.
Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa mencintai budaya tidak harus kaku. Lewat lagu, literasi terasa lebih ringan untuk dipeluk, namun sangat dalam untuk dirasakan. Banyak orang tahu nadanya, tapi sedikit yang paham maknanya. Literasi lewat lagu adalah cara kita merawat ingatan agar tidak tenggelam oleh zaman.
Hari itu, SMAN 3 Banyuasin III tidak hanya belajar tentang notasi, tetapi belajar tentang jati diri. Bahwa di setiap lirik yang kita nyanyikan, ada doa dan cinta para pendahulu yang harus terus kita gaungkan.
SMAN 3 BANYUASIN III